Rabu, 21 September 2011

"Penemu" Vitamin-E





Vitamin E pertama kali ditemukan pada tahun 1922 oleh Dr. H. M Evans dari California melalui penelitian untuk mempertahankan kehamilan normal tikus betina diperlukan suatu subtansi tak dikenal. Tanpa bahan ini, janin tikus akan mati dalam sepuluh hari saat dikandung. Tikus jantan yang kekurangan bahan ini juga mengalami kelainan pada testisnya. Sehingga saat itu vitamin E disebut sebagai vitamin anti kemandulan. Pada wanita juga dianjurkan sebagai perawatan untuk kemandulan, kelainan menstruasi, peradangan vagina, gejala menopause, mencegah keguguran dan kesuburan benih
Vitamin E pertama kali diisolasi pada tahun 1936 dari minyak tepung gandum. Disebut vitamin E karena ditemukan setelah vitamin-vitamin yang sudah ada yaitu A, B, C, dan D. Bentuk vitamin E merupakan kombinasi dari delapan molekul yang sangat rumit yang di sebut ‘tocopherol’.
Kata ‘tocopherol’ berasal dari bahasa yunani: Toketos yang berarti ‘kelahiran anak’ dan Phero berarti ‘ saya bawa’, akhiran ‘-ol’ ditambahkan untuk menunjukkan bahwa bahan ini merupakan salah satu dari alcohol yang menyebabkan mabuk jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.
- Sifat-sifat vitamin E
Tocopherol tidak larut dalam air tetapi larut dalam pelarut lemak seperti minyak, lemak, alcohol, aseton, eter dan sebagainya. Karena tidak larut dalam air, vitamin E dalam tubuh hanya dapat dicerna dalam empedu hati.
Vitamin E stabil pada pemanasan namun akan rusak bila pemansan terlalu tinggi. Vitamin E bersifat basa jika tidak ada oksigen dan tidak terpengaruh oleh asam pada suhu 100° C. Bila terkena oksigen di udara, akan teroksidasi secara perlahan-lahan. Sedangkan bila terkena cahaya warnanya akan menjadi gelap secara bertahap
- Sumber-sumber Vitamin E
Vitamin E mudah didapat dari bagian bahan makanan yang berminyak atau sayuran. Vitamin E banyak terdapat pada nuah-buahan, susu, mentega, telur, sayur-sayuran, terutama kevambah. Contoh sayuran yang paling banyak mengandung vitamin E adalah minyak biji gandum, minyak kedelai, minyak jagung, alfalfa, selada, kacang-kacangan, asparagus, pisang, strawberry, biji bunga matahari, buncis, ubi jalar dan sayuran berwarna hijau. Vitamin E lebih banyak terdapat pada makanan segar yang belum diolah.
Satu unit setara denga 1 mg alfa-tocopherol asetat atau dapat dianggap setara dengan 1 mg. Selain itu ASI juga banyak mengandung vitamin E untuk memenuhi kebutuhan bayi.
Dalam perkembangannya, Vitamin E diproduksi dalam bentuk pil, kapsul, dan lain-lain sebagaimana vitamin-vitamin yang sudah terlebih dahulu ada. Vitamin yang sudah dikemas dalam berbagai bentuk ini banyak dijual bebas di pasaran sera dianggap berguna.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

review www.5power.blogspot.com on alexa.com